Korban Tewas di Gaza Tembus 70 Ribu Orang, Israel Terus Lancarkan Serangan

Read Time:1 Minute, 53 Second

GAZA — Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Gaza, Palestina, telah melampaui 70.000 jiwa. Serangan tetap berlangsung meskipun terdapat masa gencatan senjata.

1. Korban Tewas Melebihi 70 Ribu Orang

Dalam pernyataan pada Sabtu (29/11/2025), Kementerian Kesehatan menyebut bahwa sedikitnya 70.100 orang telah meninggal sejak serangan Israel di Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023.
Selain itu, lebih dari 170.900 warga lainnya mengalami luka-luka, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Minggu (30/11/2025).

Tonggak sejarah yang kelam ini terjadi ketika Israel tetap melancarkan serangan di Gaza, meskipun gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat dan Hamas telah diberlakukan bulan lalu.

2. Serangan Israel Berlanjut Meski Ada Gencatan Senjata

Petugas medis sebelumnya melaporkan bahwa pada Sabtu, dua anak Palestina tewas akibat serangan pesawat tak berawak Israel di Kota Bani Suheila, yang terletak di sebelah timur Khan Younis, Gaza selatan.

Saksi mata menyebutkan bahwa pesawat tanpa awak (drone) menjatuhkan bom ke arah sekelompok warga sipil di dekat Sekolah al-Farabi pada Sabtu pagi. Serangan tersebut menewaskan dua remaja bersaudara, Juma dan Fadi Tamer Abu Assi.

Kedua korban sempat dibawa ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis dalam kondisi kritis. “Mereka kemudian dinyatakan meninggal dunia,” ujar sumber medis.

Wilayah yang menjadi sasaran serangan berada di luar apa yang disebut sebagai Garis Kuning, yaitu batas penempatan kembali pasukan Israel yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata mulai 10 Oktober. Demikian menurut keterangan sumber tersebut.

Pada hari yang sama, militer Israel juga melancarkan serangan darat, laut, dan udara di berbagai wilayah Gaza.

Sumber medis melaporkan bahwa tiga warga Palestina terluka akibat tembakan artileri dan pengeboman udara Israel di Kota al-Qarara, timur laut Khan Younis. Pesawat tempur Israel turut menyerang kawasan Tuffah di wilayah timur Kota Gaza pada Sabtu pagi, serta wilayah timur Kota Rafah di Gaza selatan.

Serangan-serangan ini terjadi sehari setelah Kompleks Medis Nasser mengumumkan kematian seorang warga Palestina akibat tembakan pesawat nirawak Israel di luar Garis Kuning di Kota Bani Suheila.

Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta, menyatakan pada Jumat (28/11/2025) bahwa sebanyak 535 pelanggaran oleh Israel telah terdokumentasi sejak gencatan senjata diberlakukan.

“Situasi kemanusiaan di Gaza memburuk dengan sangat cepat. Agresi Israel telah menghancurkan infrastruktur dan layanan vital,” ujar al-Thawabta dalam pernyataannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 5 Teknologi yang Paling Mengubah Dunia Saat Ini
Next post Ketegangan Memuncak, Thailand Serang Kamboja Usai Bentrokan Perbatasan