Tragedi Penerbangan di Maros: Indonesia Air Transport Sebut 7 Kru ATR Hilang

Indonesia Air Transport (IAT) menegaskan bahwa jumlah kru pesawat jenis ATR yang dilaporkan hilang di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, sebanyak tujuh orang. Kepastian tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi simpang siur yang beredar di masyarakat sejak kabar hilangnya pesawat tersebut mencuat.
Dalam keterangan resminya, manajemen Indonesia Air Transport menyatakan bahwa pesawat ATR tersebut tengah menjalankan penerbangan dengan misi tertentu ketika dinyatakan hilang kontak. Seluruh penumpang pesawat merupakan kru, tanpa membawa penumpang sipil.
“IAT memastikan bahwa di dalam pesawat ATR yang dilaporkan hilang terdapat tujuh kru. Tidak ada penumpang lain di dalam penerbangan tersebut,” demikian pernyataan resmi perusahaan.
Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya. Upaya pencarian difokuskan di wilayah Maros dan sekitarnya, termasuk area pegunungan dan hutan yang diduga menjadi lokasi terakhir pesawat terdeteksi.
Kondisi geografis yang cukup ekstrem serta cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Meski demikian, tim gabungan terus berupaya maksimal dengan mengerahkan personel darat maupun dukungan udara.
Indonesia Air Transport juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama penuh dengan otoritas penerbangan dan tim penyelamat. Perusahaan menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini serta berharap seluruh kru dapat segera ditemukan.
Sementara itu, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari instansi terkait agar tidak menimbulkan kepanikan maupun kesalahpahaman di tengah publik.
Perkembangan terbaru terkait pencarian pesawat ATR dan tujuh kru yang hilang di Maros akan terus disampaikan sesuai dengan hasil investigasi dan operasi di lapangan.